Rabu, 28 Desember 2011

Contoh Makalah Bahasa Indonesia


MAKALAH


Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia








Oleh :
Edo galih permadi            Nim : 114284038
S1 pendidikan sejarah 2011 (B)



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa pihak yang membantu demi selesainya makalah ini yaitu ibu Heny yang telah memberikan petunjuk, teman-teman yang telah membantu memberikan saran dan masukan, serta orang tua saya yang telah memberikan dorongan.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.





Surabaya, 23 Desember 2011


                                                                                             Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di Indonesia telah terjadi perkembangan penulisan sejarah atau yang biasa disebut dengan Historiografi. Di mulai sejak masa kolonial hingga sekarang, penulisan sejarah di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dan sangat beragam. Karena itu sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah kita perlu mengetahui bagaimana perkembangan penulisan sejarah di Indonesia. Agar kita bisa lebih banyak belajar dari pengalaman-pengalaman penulisan sejarah dari waktu ke waktu.
           
B.     Rumusan Masalah
a)        Terbagi dalam berapa bagian perkembangan penulisan sejarah di Indonesia?
b)        Apakah baik jika dalam penulisan sejarah banyak mengalami perdebatan?

C.     Tujuan
a)      Untuk mengetahui pembabakan perkembangan penulisan sejarah di Indonesia.
b)      Untuk mengetahui manfaat dari perdebatan dalam penulisan sejarah.




BAB II
ISI

Tradisi penulisan sejarah di Indonesia pun mengalami perkembangan sesuai dengan jiwa jamannya. Paling tidak, perkembangan historiografi di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian (Kartodirdjo, 1982), yaitu historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi modern. Kemudian pada masa ini juga berkembang berbagai visi baru dalam penulisan sejarah khususnya menyangkut masalah pendekatan dan metodologi. Pada masa perkembangan historiografi tradisional, yaitu corak penulisan sejarah yang banyak ditulis oleh para pujangga kraton, karya-karya mereka bertujuan untuk melegitimasi kedudukan raja. Dengan demikian, historiografi pada masa ini mempunyai ciri-ciri magis, religius, bersifat sakral, menekankan kultus dewa raja dan mitologi, bersifat anakronisme, etnosentrisme, dan berfungsi sosial psikologis untuk memberi kohesi pada suatu masyarakat tentang kebenaran-kebenaran kedudukan suatu dinasti.
Selanjutnya, pada fase kedua berupa historiografi kolonial yang sudah mendasarkan pada tradisi studi sejarah kritis. Namun demikian, perspektif yang menonjol masih menunjukkan Neerlandosentrisme sebagai penyempitan wawasan Eropasentris. Asal mulanya karya sejarawan Belanda terutama mengisahkan perjalanan pelayar-pelayar Belanda serta kemudian perkembangan VOC dilanjutkan dengan pemerintah kolonial beserta penguasa-penguasanya. pendeknya di sini kita menjumpai penulisan sejarah berdasarkan tradisi historiografi konvensional yang lebih berupa riwayat orang-orang berkuasa, antara lain Gubernur Jendral, raja-raja, panglima, dan sebagainya. Sebuah model sejenis historiografi ini adalah karya W.F. Stapel, Geschiedenis van Nerlands-Indie (Kartodirdjo, 11-12 September 1995).
Historiografi modern, merupakan suatu periode perkembangan baru dalam historiografi Indonesia. Diawali dengan munculnya karya Husein Djajadiningrat, Critische Beschouwingen van de Sejarah Banten, kemudian karya-karya sejarah selanjutnya banyak dipengaruhi oleh karya ini, yaitu dengan dipergunakannya aspek pendekatan ilmu lain untuk melengkapi atau menulis suatu karya sejarah. Selanjutnya muncul corak penulisan sejarah yang nasionalistis, yang oleh Sartono Kartodirdjo dikatakan bahwa secara umum karya-karya penulisan sejarah periode ini (post revolusi) merupakan ekspresi dari semangat nasionalistis yang berkobar-kobar dalam menentang bangsa asing. Setelah tahun 1957, maka mulailah terdapat landasan yang jelas tentang corak penulisan sejarah Indonesia yang modern dengan suatu pendekatan ilmu-ilmu sosial, bersifat Indonesia sentris, dan secara inherent mencakup segala dimensi kehidupan bangsa Indonesia secara komprehensif dengan pandangan dari dalam (the history from within).
Pendekatan multidimensi, yang dipopulerkan oleh Sartono Kartodirdjo dalam pengerjaan penulisan sejarah semakin digeluti oleh para sejarawan dewasa ini. Namun demikian, visi-visi baru pasca-pendekatan multidimensi juga bermunculan. Sebagaimana dicontohkan oleh Taufik Abdullah, bahwa pada kenyataannya beberapa disertasi masih mengandung “perdebatan terselubung”. Djoko Suryo mencoba memperkenalkan quanto history, Ibrahim Alfian, melakukan pendekatan dari dalam yang bertolak dari cluster of event (kelompok peristiwa). Kedua studi ini merupakan contoh yang ekstrem karena memperdebatkan asumsi teoritis yang berbeda.
Meskipun demikian, fenomena ini bukanlah hal yang merisaukan, tetapi justru menggembirakan karena perkembangan penulisan sejarah memang harus mengalami kemajuan dan para sejarawan harus berani menerapkan berbagai pandangan dalam analisis historis (Indriyanto, 1994: 29). Pertentangan antara riset kualitatif melawan kuantitatif pun masih berkembang hingga sekarang ini. Bukankah salah satu kebutuhan urgen saat ini adalah terdapatnya visi baru pada sejarah modern, seperti yang dikemukakan oleh Alfred Weber?
Dengan demikian, apabila produk sejarawan dengan kemajemukan konsep dan “perdebatan” konsep ilmiah masih dalam kerangka akademis itu wajar terjadi, bahkan harus, karena sesuai dengan “kodrat” perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman itu sendiri. Yang jelas, mereka telah berjasa dengan sumbangan pemikiran konsep dalam perkembangan penulisan sejarah. Tidak mungkin jika kemajuan dalam penulisan sejarah hanya didasarkan pada satu pendekatan saja (Indriyanto, 1994: 30)













BAB III
PENUTUP

Perkembangan historiografi di Indonesia telah mengalami fase-fase peningkatan dari zaman ke zaman. Dimulai dari historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi modern. Dalam perkembangannya, historiografi di Indonesia diwarnai dengan pendapat-pendapat yang beragam dari para ahli. Bahkan tidak jarang terjadi perdebatan tentang pendekatan-pendekatan historiografi. Perkembangan penulisan sejarah memang harus mengalami kemajuan dan para sejarawan harus berani menerapkan berbagai pandangan dalam analisis historis. Karena tidak mungkin jika kemajuan dalam penulisan sejarah hanya didasarkan pada satu pendekatan saja dan dengan adanya kemunculan teori-teori baru yang berbeda dari para ahli akan menambah pengetahuan dalam historiografi sehingga ilmu sejarah tetap bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.








BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Indriyanto, PERANAN DAN POSISI ILMU SEJARAH DALAM MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN, dalam alamat http://eprints.undip.ac.id/1115/2/Peran_dan_Posisi_Ilmu_Sejarah.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar